SMPN 2 Kandangan Raih Penghargaan Sekolah Moderasi Beragama 2026, Sarana: Perbedaan Bukan Penghalang untuk Bersatu

admin
Img 20261014 Wa0007

Mediaciber.net.Kediri

Komitmen menanamkan nilai toleransi, menghargai perbedaan, dan merawat kerukunan di lingkungan pendidikan mengantarkan SMP Negeri 2 Kandangan, Kabupaten Kediri, meraih penghargaan sebagai Sekolah Moderasi Beragama Tingkat Kabupaten Kediri Tahun 2026 dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri.

Penghargaan berupa piagam dan trofi tersebut menjadi pengakuan atas upaya sekolah dalam membangun budaya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan akhlak mulia, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik.

Kepala SMPN 2 Kandangan, Sarana, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh warga sekolah dalam membudayakan sikap toleran, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan Sekolah Moderasi Beragama Tahun 2026 ini. Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar piagam dan trofi, melainkan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab untuk terus menanamkan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan menghargai perbedaan kepada seluruh peserta didik,” ujar Sarana, Rabu (14/10/2026).

Ia menegaskan, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam bersikap, memiliki kepedulian sosial, serta mampu hidup berdampingan secara damai di tengah masyarakat yang beragam.

“Anak-anak perlu memahami bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, apalagi bermusuhan. Justru melalui perbedaan, mereka belajar mengenal satu sama lain, menumbuhkan empati, memperkuat persaudaraan, dan membangun sikap saling menghargai. Inilah nilai penting yang harus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Sarana, moderasi beragama bukan hanya sebatas pengetahuan atau slogan yang disampaikan dalam kegiatan pembelajaran. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui perilaku nyata, mulai dari menghormati teman yang berbeda latar belakang, menghindari perundungan, mengedepankan musyawarah ketika menghadapi persoalan, hingga membiasakan komunikasi yang santun dan penuh rasa hormat.

“Moderasi beragama harus menjadi budaya, bukan sekadar materi yang dipelajari di kelas. Kami ingin peserta didik terbiasa bersikap adil, tidak mudah menghakimi orang lain, mampu menghormati perbedaan, serta mengedepankan dialog ketika menghadapi perbedaan pendapat. Dengan begitu, sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua anak,” imbuhnya.

Sarana menjelaskan, penguatan moderasi beragama sejalan dengan visi SMPN 2 Kandangan, yakni ‘Terwujudnya Peserta Didik yang Cerdas, Terampil, Akrab dan Ramah Lingkungan Berdasarkan Iman, Takwa, dan Akhlak Mulia (CETAR BERSAMA)’.

Visi tersebut, lanjutnya, menjadi landasan bagi sekolah untuk mengembangkan pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan, keterampilan, karakter, dan nilai-nilai spiritual. Peserta didik tidak cukup hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga harus memiliki kepribadian yang baik, menghormati sesama, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan bermasyarakat.

“Kami ingin lulusan SMPN 2 Kandangan menjadi generasi yang cerdas, terampil, berakhlak mulia, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Mereka harus mampu menempatkan diri di tengah keberagaman, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, dan memahami bahwa kerukunan merupakan modal penting untuk membangun kehidupan yang damai,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!