“Bagi kami, prestasi siswa bukan hanya tentang memperoleh juara, tetapi juga bagaimana mereka membangun karakter disiplin, pantang menyerah, dan memiliki kepercayaan diri. Pengalaman mengikuti kompetisi juga menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga untuk membentuk mental dan kemampuan siswa menghadapi tantangan yang lebih besar,” tambahnya.
Menurut Arif, keberhasilan seorang siswa tidak terlepas dari proses belajar yang berkelanjutan, dukungan guru, serta lingkungan sekolah yang kondusif. Karena itu, ia berharap capaian Aqim dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk tidak takut mencoba, terus meningkatkan kemampuan, dan memanfaatkan berbagai kesempatan untuk berprestasi.
Sementara itu, keberhasilan meraih juara 2 di tingkat Kabupaten/Kota menjadi langkah awal bagi Aqim untuk menghadapi tantangan berikutnya. Persaingan di tingkat provinsi tentu membutuhkan persiapan yang lebih matang, terutama dalam penguasaan materi, ketajaman analisis, dan kesiapan mental.
Matematika bukan sekadar kemampuan menghitung, melainkan juga menuntut pemahaman konsep, penalaran logis, ketelitian, serta strategi dalam menyelesaikan persoalan. Oleh karena itu, pembinaan yang terarah dan latihan secara konsisten menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi selanjutnya.
Arif berharap Aqim mampu mempertahankan semangat belajarnya dan memberikan kemampuan terbaik saat menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
“Kami berharap Aqim dapat terus belajar, mempersiapkan diri dengan baik, dan tidak cepat berpuas diri. Jadikan prestasi ini sebagai penyemangat untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi. Apa pun hasil berikutnya, proses dan pengalaman yang diperoleh harus menjadi bekal untuk terus berkembang,” tegasnya.(sinyo)












