Ketua Panitia MDTC Chapter Jatim Seri 3, Djoko Setyo, mengungkapkan bahwa peta kekuatan Paskibra dan lomba ketangkasan baris-berbaris (LKBB) di Jawa Timur masih belum merata. Selama ini, dominasi juara masih banyak berasal dari Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.
Melihat potensi peserta di Kota Kediri, Djoko berencana menggagas turnamen khusus bertajuk Wali Kota Cup. Ajang tersebut diarahkan untuk memberi ruang lebih luas bagi pelajar sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Kediri untuk mengembangkan kemampuan dan mengukir prestasi.
Gagasan ini diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat pembinaan tim baris-berbaris sejak dini, sekaligus membuka peluang munculnya kekuatan baru dari Kediri dalam persaingan di Jawa Timur.
Djoko juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan MDTC di UIN Syekh Wasil Kediri mendapat respons positif dari pihak kampus selaku tuan rumah. Rektor UIN Syekh Wasil, kata dia, mengaku kagum menyaksikan format lomba baris-berbaris yang menghadirkan beragam formasi unik, atraktif, dan kreatif.
“Rektor UIN Syekh Wasil Kediri selaku tuan rumah tadi juga turut menyampaikan rasa kagumnya karena baru pertama kalinya menyaksikan ajang baris-berbaris dengan format formasi yang begitu unik, heboh, dan kreatif,” ungkap Djoko.
MDTC Chapter Jatim Seri 3 berlangsung selama satu hari dengan mempertandingkan berbagai kategori dan sublomba. Tak hanya ketepatan gerakan, peserta juga ditantang menunjukkan kreativitas melalui kategori best costume, best supporter, best danton, hingga best formasi.
Rangkaian kompetisi ini selanjutnya dijadwalkan berlanjut ke Kota Surabaya pada 28 November 2026. Jumlah peserta pada seri berikutnya diprediksi meningkat, sehingga persaingan diperkirakan berlangsung semakin kompetitif.
Menurut Djoko, dukungan Pemerintah Kota Kediri terhadap kegiatan semacam ini diharapkan dapat mendorong penyelenggaraan kompetisi secara rutin setiap tahun. Dengan begitu, manfaatnya tidak berhenti pada lahirnya para juara, tetapi juga pada terbukanya ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berkarya, dan mengharumkan nama sekolah masing-masing.
Suksesnya MDTC di Kediri pun menjadi momentum untuk memperluas pembinaan dan kompetisi baris-berbaris, sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan pelajar.(sinyo)












