Jurnalis Muda SMPN 1 Ngadiluwih Dibekali Literasi Media, Munir: Berani Menulis Harus Berani Menyuarakan Kebenaran

admin
Img 20261108 Wa0014

Jurnalistik juga menjadi sarana pembelajaran lintas disiplin. Melalui kegiatan menulis, siswa mengasah kemampuan berbahasa. Saat melakukan wawancara, mereka belajar berpikir kritis dan membangun keberanian berkomunikasi. Sementara proses verifikasi informasi menanamkan nilai ketelitian dan tanggung jawab.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya menyimak materi, tetapi juga didorong untuk aktif bertanya, mengemukakan pendapat, menggali potensi lingkungan sekolah, serta mengangkat berbagai kegiatan positif menjadi karya jurnalistik yang inspiratif.

Salah satu peserta, Nanda, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru tentang dunia jurnalistik. Selama ini, ia menganggap menulis berita hanya sebatas menyusun kalimat dan menceritakan suatu peristiwa. Namun, melalui pembekalan tersebut, ia memahami bahwa jurnalistik membutuhkan proses pencarian fakta, wawancara, dan ketelitian.

“Awalnya saya mengira menjadi jurnalis hanya menulis apa yang kita lihat. Ternyata, kita harus mencari fakta, melakukan wawancara, memastikan kebenaran informasi, dan menyampaikan berita dengan bahasa yang baik. Saya jadi lebih memahami bahwa tidak semua informasi di media sosial bisa langsung dipercaya,” ungkapnya.

Nanda berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga anggota jurnalistik sekolah semakin percaya diri mengembangkan kemampuan menulis, berani menggali informasi, dan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi sekolah maupun masyarakat.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Ngadiluwih, Drs. Imam Basori, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Imam Suhadak, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Pokja Media MKKS Kabupaten Kediri atas kepedulian dan kontribusinya dalam memberikan pembekalan jurnalistik kepada para siswa.

Pihak sekolah menilai kelas inspirasi tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat gerakan literasi sekaligus menumbuhkan budaya keterbukaan informasi di lingkungan pendidikan. Apresiasi juga disampaikan atas kesediaan para narasumber meluangkan waktu berbagi pengalaman meskipun kegiatan berlangsung pada akhir pekan.

Melalui kegiatan ini, SMPN 1 Ngadiluwih ingin menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Sekolah juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, daya kritis, dan tanggung jawab.

Sebab, dari tangan para jurnalis muda inilah diharapkan lahir generasi yang tidak sekadar pandai berbicara dan menulis, tetapi juga mampu membedakan fakta dan opini, melawan hoaks, serta berani menyuarakan kebenaran secara santun dan bertanggung jawab.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!