Mediaciber.net.Gresik – Fenomena perkawinan anak menjadi salah satu perhatian Gresik saat ini. Tercatat sebanyak 258 kasus perkawinan anak terjadi pada tahun 2022 lalu. Menyikapi hal tersebut, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, akan turun bersama dinas terkait untuk sosialisasi dampak negatif perkawinan anak.
Hal ini terungkap, saat Musyawarah Perempuan Nasional Untuk Perencanaan Pembangunan, Senin (17/04) yang digelar oleh Kementerian PPPA via zoom. Dalam kesempatan tersebut, wabup mengikuti zoom bersama Kadis KBPPPA Titik Ernawati, dan para undangan dari perwakilan OPD Gresik dan Sekolah Perempuan di Gresik.
“Nanti kita akan keliling ke SLTA untuk mensosialisasikan hal ini pelan-pelan. Karena di Jawa Timur ini angka perkawinan anaknya cukup tinggi. Maka harus kita sikapi dengan serius agar tidak terjadi generasi masa depan yang stunting,” ujar wabup yang akrab disapa Bu Min itu.
Di depan para audiens, Bu Min juga berkata dalam meminimalisir hal-hal negatif terhadap anak-anak dan perempuan, perlu adanya kolaborasi antar dinas terkait. Oleh karenanya, Bu Min bersedia menjadi mediator dalam menyuarakan aspirasi perempuan di Gresik.
“Mungkin ada yang merasa ini melelahkan, tapi tetap harus kita upayakan demi masa depan anak-anak kita di Gresik.” katanya.










