Mediaciber.net.Jombang – Sedekah desa yang sakral tiap tahunya di peringati dengan hasil bumi yang melimpah serta di beri kesehatan kerukunan dan gotong royong yang sangat harmonis demi terciptanya sedekah dusun yang sangat ramai sekali dengan arak.arakan tumpeng besar yang di angkat 6 orang tersebut.Kamis,13-6-2024
Jamilun (kades) manduro adalah kades yang tidak bisa pindah jabatan turun temurun dan belum bisa pindah dari orang lain(jabatan tersebut.) dari canggah ,nenek sampai cucunya ini tetap menjabat kades manduro.
Karang taruna guyup rukun laki perempuan jadi satu tanpa adanya iri irian yang menimbulkan perpecahan dalam satu moment sedekah desa manduro tersebut
Dengan iring iringan tumpeng besar yang di angkat 6 orang adalah jerih payah masyarakat .tanpa adanya tekanan dari pihak manapun
Asal usul desa manduro adalah nama sebuah desa yang berada di wilayah kecamatan Kabuh kabupaten Jombang. Konon katanya waktu jaman manduro masih hutan belantara dan ada pelarian dari Madura yang singgah di tebing tebing merasa nyaman dan aman akhirnya sampai sekarang jadi desa manduro.
Kades manduro (jamilun) merasa berterima kasih pada masyarakat sekitarnya yang guyup rukun.demi sedekah yang sangat sakral ini.










