LSM GARDA WENGKER MADIUN Geram, Kepala Dinas PUPR ,PPK, Pengawas Dan Konsultan Diduga Tutup Mata Dan TutupTelinga

admin
Img 20240909 Wa0092

Mediaciber,net.Madiun – Setelah adanya pemberitaan disalah satu mediaciber.net dengan judul ” Dianggap Lemahnya Pengawasan ” LSM Garda Wengker Madiun Soroti Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Craken ” tentang pekerjaan Saluran Drainase/U Ditch di D.I Craken Desa Jetis Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan amburadul, hingga saat ini pihak Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun terkesan tutup mata dan tutup telinga.

Diketahui, dalam papan informasi tertulis nomor Kontrak : 600.1.9/6079/402,104/2024 nama kegiatan : Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Craken ( DBH) dengan jangka waktu mulai 26.Juni 2024 , pelaksana : CV. TENAGA JAYA, dengan nilai kontrak : Rp 292.175.260,00, Sumber Dana : DBH Tahun Anggaran 2024..

Sebelumnya, LSM GARDA WENGKER MADIUN , “SUTRISNO “sangat menyesalkan dengan melihat pekerjaan drainase/ U Ditch D.I Craken yang ada di Desa Jetis Kecamatan Dagangan yang dikerjakan asal – asalan dan terlihat amburadul.
Yang menjadi sorotan mulai dari kualitas pekerjaanya sampai kepada besaran anggaran yang dinilai melebihi dari anggaran proyek yang dirancang, pekerjaan saluran irigasi panjang tidak sampai 100 meter nilainya Fantastis hampir 300 juta. dan itu Patut – dicurigai.. …ada apa dengan pekerjaan proyek tersebut…terkesan ada yang disembunyikan..apakah ada indikasi ataupun diduga adanya kongkalingkong kerjasama antara Oknum Dinas PUPR dengan Rekanan CV. TENAGA JAYA.

Yang lebih perlu dipertanyakan lagi saat LSM Garda Wengker Madiun Investigasi di lokasi pekerjaan ternyata sudah selesai.. Terkesan pekerjaan dikebut ,terburu – buru untuk segera diselesaikan dan mirisnya lagi untuk papan proyek sudah di lepas di hilangkan , padahal belum serah terima P1 .” tuturnya.

Lebih lanjut “Dinas PUPR Kabupaten Madiun terkesan tutup mata dan tutup telinga . pembangunan saluran jaringan irigasi terkesan pekerjaannya asal jadi tanpa mengindahkan manfaat dan menjaga kualitas pekerjaan tersebut,” Tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!