Mediaciber.net.Kediri,
Di tengah tren acara pelepasan sekolah yang kerap identik dengan kemewahan, panggung megah, dan pesta perpisahan, siswa kelas IX SMPN 2 Pare justru memilih jalan yang berbeda. Mereka membuktikan bahwa akhir perjalanan di bangku sekolah tidak harus dirayakan dengan gemerlap acara, melainkan dapat diisi dengan jejak-jejak kebaikan yang memberi makna bagi banyak orang.
Sebanyak 354 siswa lulusan Tahun Ajaran 2025/2026 menutup masa belajar mereka dengan serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh hati. Mereka mengunjungi panti wreda dan panti asuhan, membersihkan rumah-rumah ibadah, membagikan sembako kepada warga yang membutuhkan, hingga menggalang dana untuk membantu teman-teman yang mengalami kendala biaya pendidikan.
Pilihan tersebut tidak lahir begitu saja. Pada awalnya, sebagian siswa juga menginginkan pelepasan yang meriah sebagaimana lazim dilakukan di berbagai sekolah. Namun melalui dialog, pendampingan, dan pembelajaran nilai-nilai kehidupan yang diberikan para guru, semangat itu perlahan bertransformasi menjadi gerakan berbagi yang lebih bermakna.
Kepala SMPN 2 Pare, Niam Isbat Futhona, mengatakan bahwa momen kelulusan seharusnya tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa belajar di sekolah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai kemanusiaan yang akan dibawa sepanjang kehidupan.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu lahir dari sesuatu yang mewah. Ada kebahagiaan yang jauh lebih dalam ketika seseorang mampu membuat orang lain tersenyum, merasa diperhatikan, dan merasakan uluran tangan kita. Itulah pelajaran yang ingin kami wariskan kepada mereka,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Di berbagai lokasi kegiatan sosial, para siswa hadir bukan sekadar menjalankan program. Mereka duduk dan berbincang dengan para lansia, bermain bersama anak-anak yatim, membersihkan tempat ibadah dengan penuh keikhlasan, serta menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.












