Mediaciber.net.Kediri
Tradisi Merti Cagar Budaya mewarnai peringatan bulan Suro di kawasan Cagar Budaya Totok Kerot, Kabupaten Kediri. Melalui prosesi jamasan atau pembersihan Arca Totok Kerot, para juru pelihara bersama masyarakat mengajak publik menjaga sekaligus melestarikan warisan budaya peninggalan leluhur.
Prosesi diawali dengan tumpengan dan doa bersama yang dipimpin para sesepuh. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar masyarakat Kabupaten Kediri diberi keselamatan, ketenteraman, dan kelancaran dalam menyongsong Tahun Baru Jawa 1960 Be.
Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Eko Priatno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif para juru pelihara cagar budaya yang secara mandiri menggelar tradisi merti sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian situs bersejarah.
Menurut Eko, secara filosofis merti berarti merawat dan memelihara. Karena itu, momentum bulan Suro dimanfaatkan untuk membersihkan sekaligus menjaga kondisi fisik Arca Totok Kerot agar tetap lestari.












