Mediaciber.net.Kediri
Pembentukan generasi muda yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan berakhlak mulia tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan di sekolah. Peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak menjadi fondasi penting dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, serta perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., melalui Kabid Pendidikan SMP, Wahyu Murdjianto, S.Sos., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter membutuhkan sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua. Keduanya harus memiliki kesamaan visi dan berjalan beriringan agar pembentukan karakter peserta didik dapat berlangsung secara optimal.
Menurut Wahyu, pendidikan karakter bukan semata-mata menjadi tanggung jawab guru di sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dalam memberikan pendampingan dan keteladanan kepada anak.
“Pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah memiliki peran dalam memberikan pendidikan dan pembiasaan positif kepada murid, sementara orang tua menjadi sosok penting yang memberikan keteladanan di lingkungan keluarga. Karena itu, komunikasi dan kerja sama antara keduanya harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan parenting dapat meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya keterlibatan dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Dengan demikian, nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan akhlak mulia tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan keluarga.
Semangat membangun kolaborasi tersebut diwujudkan SMP Negeri 1 Grogol, Kabupaten Kediri, melalui kegiatan parenting bertema “Sinergi Orang Tua dan Sekolah Menuju Murid Berkarakter”.












