Mediaciber.net.Kediri
Kekayaan sejarah Kabupaten Kediri kembali mencuri perhatian insan perfilman nasional. Tiga pemeran film Piye To Kih, yakni Heri Chandra pemeran Mukidi, Eko Dunung pemeran Penyok, dan Dara Saraswati, dibuat kagum saat mengunjungi Museum Sri Aji Jayabhaya di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Jalan Pamenang, Kecamatan Pagu, Kamis (5/11/2026).
Kedatangan para pemain film tersebut disambut langsung Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi. Sebelum melakukan pertemuan, ketiganya menyempatkan diri menjelajahi ruang pamer museum untuk melihat dari dekat berbagai artefak peninggalan sejarah kerajaan Kediri.
Didampingi edukator museum, mereka tampak antusias mengamati satu per satu koleksi benda bersejarah yang ditata apik dalam ruang kaca khusus. Kekaguman itu bukan tanpa alasan. Beragam artefak tersebut menjadi bukti bahwa Kediri memiliki jejak peradaban besar dan pernah memainkan peran penting dalam perjalanan sejarah Nusantara.
Heri Chandra, pemeran Mukidi, secara khusus mengapresiasi keberadaan Museum Sri Aji Jayabhaya. Menurutnya, museum tersebut bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah, melainkan juga ruang penting untuk mengenalkan identitas dan kebesaran sejarah Kediri kepada generasi penerus.
“Kami kagum dengan Museum Sri Aji Jayabhaya ini. Dari artefak yang ada, kita bisa melihat bahwa Kabupaten Kediri memiliki sejarah kerajaan yang sangat berpengaruh di Tanah Air. Ke depan, kalangan muda Kediri harus memahami dan mengenal sejarah daerahnya secara utuh,” ungkap Heri.
Apresiasi serupa disampaikan Eko Dunung atau yang dikenal sebagai pemeran Penyok, serta Dara Saraswati. Keduanya menilai keberadaan museum menjadi modal penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus memperkenalkan potensi sejarah Kediri kepada masyarakat yang lebih luas.












