Aktor Film Piye To Kih Terpukau Sejarah Kediri, Ajak Generasi Muda Kenali Warisan Leluhur

admin
Img 20261105 Wa0013

Mereka juga menaruh harapan terhadap pengembangan kawasan wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Kediri. Keberadaan museum yang didukung fasilitas seperti amfiteater dinilai membuka peluang lahirnya berbagai pertunjukan seni dan budaya berkualitas, bahkan berkelas nasional hingga internasional.

Dengan demikian, museum tidak hanya menjadi destinasi edukasi sejarah, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat aktivitas seni, budaya, dan pariwisata.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda pengenalan film terbaru Piye To Kih. Film ini disutradarai sekaligus diproduseri Ito Malvin, dengan ide dan penulisan cerita oleh Ito Walfin bersama Endik Koeswoyo. Selain memperkenalkan karya terbaru mereka, rombongan juga ingin mengenal lebih dekat kekayaan budaya Kabupaten Kediri.

Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyambut positif kunjungan para pemain film tersebut. Terlebih, para pemeran yang hadir merupakan putra-putri asli Kabupaten Kediri yang berhasil menembus industri perfilman nasional.

“Kami bangga para bintang ini berkunjung ke Disparbud Kabupaten Kediri. Kehadiran mereka menjadi kebanggaan sekaligus menambah kekayaan potensi seni dan perfilman daerah. Ini membuktikan bahwa Kabupaten Kediri memiliki talenta-talenta yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Menurut Mustika, pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kunjungan silaturahmi semata. Lebih dari itu, momentum ini bisa menjadi pintu kolaborasi antara insan perfilman dengan pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi wisata, sejarah, dan kebudayaan Kediri.

Kehadiran para aktor film nasional di Museum Sri Aji Jayabhaya menjadi pengingat bahwa Kediri tidak hanya memiliki kekayaan masa lalu, tetapi juga sumber daya kreatif untuk membangun masa depan.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!