Jurnalis Muda SMPN 1 Ngadiluwih Dibekali Literasi Media, Munir: Berani Menulis Harus Berani Menyuarakan Kebenaran

admin
Img 20261108 Wa0014

Mediaciber.net.Kediri

Menjadi jurnalis bukan sekadar pandai merangkai kata. Dibutuhkan keberanian menggali informasi, ketajaman berpikir, serta tanggung jawab dalam menyampaikan fakta. Nilai-nilai itulah yang ditanamkan kepada anggota ekstrakurikuler jurnalistik SMP Negeri 1 Ngadiluwih melalui kelas inspirasi bersama Kelompok Kerja (Pokja) Media MKKS Kabupaten Kediri, Minggu (8/11/2026).

Bertempat di SMPN 1 Ngadiluwih, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para siswa untuk mengenal dunia jurnalistik secara lebih dekat. Tidak hanya dibekali teknik menulis berita, para peserta juga diperkenalkan pada etika jurnalistik, proses verifikasi informasi, hingga pentingnya bersikap kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

Tiga narasumber dari Pokja Media MKKS Kabupaten Kediri, yakni Munir, Bambang, dan Irfan Sinyo, hadir memberikan materi dasar-dasar jurnalistik. Pembekalan meliputi teknik penulisan berita dengan unsur 5W+1H, keterampilan menggali informasi, wawancara, verifikasi fakta, serta pengemasan konten media sosial yang edukatif dan menarik.

Dalam pemaparannya, Munir menegaskan bahwa jurnalistik sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi sekaligus membentuk karakter peserta didik.

Menurutnya, seorang jurnalis muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis. Mereka juga harus mempunyai kepekaan terhadap lingkungan, keberanian bertanya, serta tanggung jawab atas setiap informasi yang disampaikan kepada publik.

“Anak-anak harus memahami bahwa tulisan memiliki kekuatan. Melalui tulisan, kita bisa menyampaikan gagasan, mengangkat prestasi, memberikan inspirasi, bahkan mendorong perubahan positif. Karena itu, jangan hanya mengejar tulisan yang menarik, tetapi utamakan kebenaran dan manfaatnya bagi orang lain,” pesan Munir.

Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa terlebih dahulu memastikan sumber dan kebenarannya.

“Biasakan membaca sebelum menulis, bertanya sebelum menyimpulkan, dan melakukan pengecekan sebelum menyebarkan informasi. Jangan sampai jurnalis muda justru ikut menyebarkan hoaks. Jadilah generasi yang cerdas bermedia, berani menyampaikan fakta, tetapi tetap santun dalam berbahasa,” imbuhnya.

Munir berharap, kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik dapat berkembang lebih dari sekadar aktivitas tambahan di sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut bisa menjadi laboratorium pembelajaran untuk membentuk siswa yang berkarakter, percaya diri, kreatif, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!