Lebih lanjut Gus Anshori Wakil ketua DPC.Gerindra ini menyampaikan, sekitar pukul 14:00 ia bersama ketua DPRD Lamongan juga turun ke Desa Balun, Desa Bambang dan menyusuri kali melihat langsung ke lokasi tanggul kali yang jebol. “Tadi pagi di desa Pomahanjanggan, saya melihat tanggul yang jebol sekitar 10 meter, dan lokasinya sekitar 15 meter sebelah selatan dari tanggul yang beberapa minggu kemarin jebol dan tadi saya melihat sampai jam 16:30 tanggul yang jebol belum teratasi masih terus mengalir airnya, masyarakat juga udah bekerja memperbaiki tanggul bersama muspika kecamatan turi dari jam 07:00 tadi pagi,” ujarnya.
“Tadi juga ada alat berat bego amphibi dari Balai Besar Bengawan Solo memperbaiki tanggul tersebut, akibat tanggul jebol ini puluhan hektar padi siap panen terancam gagal panen, saya juga menemukan 23 titik tanggul yang rawan jebol, 3 titik tanggul sliding, artinya saat ini butuh penanganan darurat di semua titik itu, tahun 2023 saya minta kali Plalangan mulai dari tambakploso sampai pomahanjanggan ada perbaikan tanggul,” tambahnya.
Selain itu, Anshori dan ketua DPRD H.Abdul Ghofur ketika sedang mengecek tanggul kali jebol, mereka mendapatkan keluhan warga yang perahunya tenggelam waktu muat gedek/anyaman bambu dan bongkotan yang hingga saat belum diketemukan. “Sampai sore tadi perahu dan mesin dieselnya belum di temukan hanyut arus deras banjir, karena perahu itu pinjaman, warga tersebut tentu sangat susah mengganti ganti rugi perahu tersebut, warga tersebut meminta ada perhatian Pemkab lamongan, kalau bisa minta di bantu perahu sebagai ganti yang tenggelam, saya dan ketua DPRD minta pemkab memperhatikan nasib warga tersebut” tandasnya.
Untuk itu , Anggota DPRD yang terkenal merakyat dan peduli dengan nasib petani dan petambak ini berharap pada pemerintah daerah bahwa persoalan banjir di bengawan njero segera ada solusinya, tentu DPRD akan mendukung penuh semua langkah kebijakan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan banjir di Lamonganan, terutama di Bengawan Njero.(rp/yon)












