Mediaciber.net.Kediri – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bergerak cepat merespons kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa 73 siswa sekolah dasar usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tanpa menunggu lama, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tempurejo langsung dihentikan sementara.
Langkah tegas ini diambil setelah Dinas Kesehatan Kota Kediri melakukan investigasi menyeluruh. Hasilnya tak main-main: sampel makanan yang dikonsumsi siswa terindikasi terkontaminasi bakteri berbahaya.
“Dari uji laboratorium ditemukan bakteri Escherichia coli (E. coli). Selain itu, SPPG belum menjalankan uji organoleptik secara berkala,” tegas Vinanda, Jumat (24/4/2026).
Kasus ini menyeret tiga sekolah sebagai lokasi terdampak, yakni SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1. Insiden tersebut sontak menjadi alarm keras terhadap kualitas pengelolaan pangan dalam program MBG yang seharusnya menjamin asupan sehat bagi siswa.
Temuan ini telah dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN). Sambil menunggu langkah lanjutan dari otoritas pusat, Pemkot Kediri memilih menarik rem darurat dengan menangguhkan seluruh aktivitas SPPG Tempurejo.












