Dalam rilisnya Erika Siluq menjelaskan kalau sudah sering mereka bersitegang dengan pihak perusahaan dan terkadang dengan aparat kepolisian yang hendak membakar posko mereka.
” Kami tidak takut karena kami memperjuangan nasib dan hak kami yang sudah dirampas dan masa depan keberlangsungan hidup warga Kampung Dingin karena PT EBH tidak ramah lingkungan serta diduga sulit menerima kebudayaan Dayak serta kearifan Lokal ” ungkap erika dalam rilisnya.
Sementara itu dari video yang diunggah di Facebook aksi penutupan yang dilakukan diwarnai dengan demonstrasi Erika Siluq bersama Warga Kampung Dingin dan Gerdayak Kaltim., serta aksi bakar ban dan pemasangan gembok dikantor PT EBH.
Dikutip dari salah satu media bahwa pihak dari PT EBH belum memberikan tanggapan atas peristiwa penutupan tersebut, namun keterangan dari salah satu pihak menerangkan selain pencemaran lingkungan itu sangat merugikan warga setempat terlebih dengan adanya pembangunan Gudang bahan peledak didekat kampung Dingin yg ladang atau lahan milik warga yang kampung Dingin yg terkena aktivtas penambangan (ryt)










