Menjaga Stabilisasi Harga Beras di Pasaran, Komisi B DPRD Lamongan Meminta Disperindag dan Bulog Terus Gencar Melakukan Operasi Pasar

admin
Img 20230215 Wa0027

Terpisah untuk menstabilkan harga beras di pasaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan bersama dengan Bulog Sub Divre III Bojonegoro gencar melakukan operasi pasar di wilayah Lamongan. Operasi pasar itu dilakukan guna menekan
harga beras di pasaran agar tidak sampai melambung tinggi. Operasi pasar ini masif dilakukan dengan menyasar seluruh elemen masyarakat tidak ada pengecualian sama sekali.

“Kami terus menggelar operasi pasar di wilayah Lamongan. Sebetulnya bukan hanya operasi beras saja, kita juga melakukan operasi minyak goreng, gula, ikan dan kebutuhan bahan pokok lainnya,” ujar Kepala Disperindag Lamongan, Anang Taufik

Anang mengatakan, operasi pasar dengan menggandeng Bulog Regional Bojonegoro ini mendapat respon yang baik dari masyarakat. Menurutnya, siapa saja yang ingin beli beras boleh – boleh saja, tidak harus petani ataupun warga miskin, semuanya bisa membeli. ” Karena pada dasarnya operasi pasar ini dilakukan untuk menstabilkan harga beras di pasar yang beberapa waktu lalu sempat mencapai Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogramnya, terangnya.

Turunnya harga beras di pasaran saat ini, menurut dia, karena adanya operasi pasar yang intens dilakukan Disperindag Lamongan dan Bulog Bojonegoro. “Saat ini harga beras medium di sejumlah pasar di Lamongan dijual dengan harga Rp 10.500 hingga Rp 11 ribu. Beras kualitas super yang sempat bertengger di harga Rp 14 ribu perkilonya kini sudah turun harga menjadi Rp 13 ribu perkilogramnya. Itu menunjukkan jika harga beras dari berbagai jenis sudah mulai turun harga,” ungkapnya.

Ia memastikan ketersediaan pasokan beras di Lamongan saat ini masih aman,
beberapa kawasan di Lamongan saat ini juga sudah ada yang mulai panen.
Pada bulan Maret nanti dipastikan di wilayah Lamongan selatan dan barat akan panen raya. “Selain harga beras yang mulai turun, beberapa komoditas pangan lainnya seperti bawang merah, tomat, gula, ikan dan bahan pokok lainnya juga terpantau masih stabil,” tutup Anang.(rp/Yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!