Manajemen Pinjaman Investasi yang Tidak Efisien: PT. Hutama Karya terpaksa mengambil pinjaman investasi senilai Rp. 43,35 Triliun dengan tingkat bunga yang membebani. Akumulasi beban bunga yang mencapai Rp10,95 Triliun seharusnya bisa dihindari jika dukungan PMN diberikan tepat waktu dan dalam jumlah yang memadai.
Keterlibatan Menteri BUMN yang Meragukan: Ketidak-konsistenan dalam pencairan PMN, menggambarkan adanya permasalahan internal dalam manajemen pendanaan proyek penugasan. Menteri BUMN harus serius kelola BUMN, dan memastikan bahwa PMN dialokasikan dengan benar dan sesuai rencana.
CBA sangat kecewa dengan Menteri BUMN Erick Thohir, yang sangat sibuk kampanye di tiktok atau media sosial lainnya, sampai lupa urusin BUMN. Malahan kampanye seenaknya di ATM Bank plat merah tanpai perduli rasa malu. Sehingga BUMN harus menanggung beban bunga pinjaman yang seharusnya dapat dihindari jika dukungan PMN diberikan dengan efisien dan sesuai rencana.
Sumber: Jajang Nurjaman
(Koordinator CBA)










