” Maaf Seharusnya kan bisa saja meminta warga Desa pelantaran yang menjaga dengan didampingi Aparat setempat ,bukan dengan sengaja menyuruh puluhan orang dari luar untuk menjaga ,jadi mungkin masyarakat setempat resah dengan kedatangan orang orang yang tidak mereka kenal,apalagi ada dugaan mereka melakukan aktivitas yang tidak memghormati proses hukum atau hasil yang sudah ada dari Pengadilan terkait sengketa lahan tersebut” ucap Gatis
Ia juga mengancungkan jempol untuk kinerja Polda Kalteng yang sudah menetapkan tiga orang pelaku penganiayaan yang mengakubatkan tewasnya Saudi
Sementara itu, pemeriksaan terus dilakukan penyidik Ditreskrimum Polda Kalteng terkait tragedi berdarah yang menewaskan Saudi.
Terbaru , sejumlah saksi kembali dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, termasuk salah satu korban selamat, Pani (41). Pemeriksaan didampingi langsung Kuasa Hukum Ornela Monty, Selasa (19/9). Tiba sekitar pukul 10.00 WIB, Pani bersama masyarakat menjalani pemeriksaan secara bergantian di ruang penyidik Ditreskrimum.
Ornela pun mengapresiasi langkah cepat Polda Kalteng dalam menindaklanjuti kejadian yang merenggut nyawa satu korban tersebut. Hingga akhirnya penyidik telah menetapkan 3 tersangka dalam kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia.
“Sudah naik sidik, makanya kami diminta untuk datang guna diminta keterangan lebih lanjut. Kita berharap seluruh pelaku penyerangan dapat tertangkap karena diduga pelaku lebih dari itu,” pungkasnya.(ryt)










