“Nama penulis di belakang atau akhiran biasanya ada kode inisial wartawan yang menulis, serta dalam penulisan pun tanpa usaha untuk mengkonfirmasi objek yang kita beritakan, hanya sisi buruk yang ditampilkan, ini bukan suatu pembelajaran yang positif untuk masyarakat, ini sebuah akun media buzzer yang kesan ingin menjatuhkan nama baik dan citra kepolisian di mata masyarakat, dan perlu di ingat ada berita yang mengungkapkan permasalahan harus ada solusi serta masukan, memojokan nama baik bukanlah pers yang sejati, Dan satu di dalam box keredaksian media tersebut tanpa memuat penanggung jawab serta susunan keredaksian,”ungkapnya kepada wartawan.
Lanjut tambah Popy, dalam situasi saat ini bapak Kapolri sangat komitmen dalam memimpin Polri, dalam setiap pidatonya ia dan bersama unsur kepolisian bertekad terus menumbuhkan rasa kecintaan masyarakat serta kepercayaan publik terhadap institusi mereka, jadi masyarakat harusnya dapat menilai bahwa munculnya jenis pemberitaan seperti itu hanya perbuatan oknum tertentu saja.
“Mudahkan kedepan baik pengiat pers dan media serta unsur kepolisian bisa dapat lebih sinergi yang mana saat ini Kalimantan Tengah sendiri, dalam posisi saat ini membangun,situasi kondusif dan serta stabilitas keamanan perlu terus di jaga,”tandasnnya.(Red)










