Bidang ekonomi Kerugian Pertanian, Penuruan Parawisata, Penurunan Investasi dan Kepercayaan Investor dan Biaya pemadaman yang memerlukan sumber daya yang signifikan, termasuk personel pemadam kebakaran, peralatan, dan logistik. Biaya pemadaman dapat menjadi beban besar bagi pemerintah dan masyarakat. PENDIDIKAN Asap tebal yang terjadi akibat Karhutla dapat mengganggu proses pembelajaran di sekolah. Karhutla dapat memaksa sekolah untuk menunda atau membatalkan kelas sementara, apabila terus-menerus atau berulang-ulang dapat memiliki dampak jangka panjang pada kualitas Pendidikan, menghambat pembelajaran dan perkembangan siswa, terutama jika mereka mengalami penundaan dalam kurikulum atau penurunan kualitas pengajaran.
Upaya sinergi yang sudah dilaksanakan yaitu Rakor Karhutla, geladi posko, sosialisasi dan pemasangan banner, patroli pencegahan dan pengawasan, pemadaman dan pembasahan, modifikasi kendaraan Damkar, rapat evaluasi harian dan pada puncak musim kemarau ini kami akan mengerahkan penambahan personel. Pengerahan pasukan Jajaran Korem 102/Pjg yang semula 775 orang menjadi 2.216 orang untuk fokus melaksanakan pemadaman dan patroli pengawasan terutama di wilayah rawan Karhutla. Apabila memang sangat dibutuhkan, Personel Kodam XII/Tpr siap gerak berkekuatan 3 SSY atau 1100 orang akan membantu di wilayah Kalteng. Adapun beberapa saran dan masukan Penambahan Poslap/personel Poslap untuk mengcover wilayah rawan karhutla.
Pastikan lahan terbakar dipadamkan sampai tuntas, terutama di lahan gambut dan laksanakan pembasahan. Pembuatan parit penyekat agar area terbakar tidak terus meluas. Prioritas Penanganan di Wilayah Pemukiman, Bandara, BOSF Nyaru Menteng, Taman Nasional Tanjung Puting, Taman Nasional Sebangau dan Obvit lainnya. Pendirian Dapur Lapangan untuk mempermudah pendorongan logistik untuk pasukan pemadaman. Pengerahan personel OPD dan tangki air serta alat – alat perlengkapan Damkar yg ada di tiap – tiap instansi termasuk dukungan logistik serta sarana angkutnya. Penyediaan Rumah Singgah Oksigen di Rumah Sakit dan instansi – instansi untuk masyarakat terdampak.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kalteng, Pangdam XII/Tpr, Kapolda Kalteng diwakili Wakapolda Kalteng, Danrem 102/Pjg, Wakil Gubernur Kalteng, Kajati Prov. Kalteng, Sekda Prov. Kalteng, Kabinda Prov. Kalteng, Para Asisten Sekda Prov. Kalteng, Para Staf Ahli Gubernur Prov. Kalteng, Asops Kasdam XII/Tpr, Kasiops Kasrem 102/Pjg, Anggota Pendukung Forkopimda Kalteng, Para Kepala OPD Prov. Kalteng/Mewakili,Bupati, Pj. Walikota dan Pj. Bupati jajaran Prov. Kalteng, Kepala BMKG Kelas I Prov. Kalteng, Kakanwil Kum Dan Ham Prov. Kalteng/Mewakili, Kepala BPS Prov. Kalteng/Mewakili, Kalaksa BPBPK Prov. Kalteng, Perwakilan DPRD Kota dan Kabupaten se-Prov. Kalteng, Perwakilan Kodim jajaran Korem 102/Pjg, Perwakilan Polres Jajaran Polda Kalteng, Peserta Rapat Berjumlah ± 200 Orang, serta Participant yang mengikuti Rapat secara Virtual berjumlah ± 21 Participant.(rut)










