
Dikutip dari keterangan sebelumnya, pengamat kontruksi Gus Achmad mengatakan bahwa, besi ulir tanpa ada kode TS pada setiap batangnya merupakan besi banci, dan hal ini masuk dalam katagori manipulasi penggunaan bahan dan tentunya markup anggaran, karena ada selisih harga dengan bahan yang semestinya digunakan.
“Besi ulir tanpa ada kode TS pada setiap batangnya merupakan besi banci, ini sudah termasuk manipulasi bahan bila digunakan, karena tidak sesuai ketentuan,” ujar Gus Achmad melalui sambungan telepon saat dimintai tanggapannya.
Perlu diketahui, maksud dan tujuan menggunakan jasa Konsultan Pengawas pada suatu proyek terdapat dalam Kerangka Acuan Kerja Konsultan (KAKK) yaitu;
a. Maksud pengadaan Penyedia Jasa Konsultansi ini, adalah:
• Membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan konstruksi didalam melakukan pengawasan teknis terhadap pelaksanaan kontrak.
• Membantu mengatasi kendala teknis yang ada di lapangan baik tindakan langsung maupun melalui usulan kepada PPK pekerjaan konstruksi.
• Memberi kepastian bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia pekerjaan konstruksi sesuai dengan dokumen kontrak pekerjaan konstruksi.
• Menyiapkan revisi / review desain.
b. Tujuan pengadaan Penyedia Jasa Konsultansi ini adalah pengendalian pelaksanaan pekerjaan dilapangan untuk mendapatkan hasil pekerjaan konstruksi yang memenuhi persyaratan yang tercantum di dalam dokumen kontrak pekerjaan konstruksi.
Menghabiskan biaya sebesar Rp. 4,6 milliar lebih, yang anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Bogor TA. 2023, proyek pembangunan gedung kantor Rumah Aman (Safe House) tersebut dikerjakan CV. FIKA MULYA dan yang bertindak sebagai Konsultan Pengawas CV. SAMUDRA HAYATI dengan masa pelaksanaan 105 (Seratus lima)) hari kalender. (Bb)










