Sementara itu, Visual Investigative Producer Narasinewsroom, Aqwam Fiazmi Hanifan mengenalkan Open Source Intelligence (OSINT) yang dapat digunakan dan membantu jurnalis melakukan riset untuk memperkuat data atas berita yang dibuat.
“Open Source Intelligence (OSINT) adalah praktik pengumpulan dan analisis informasi yang bersumber dari sumber terbuka, yaitu informasi yang dapat diakses secara bebas dan legal. OSINT mencakup pengumpulan data dari berbagai sumber publik, seperti situs web, media sosial, forum online, dokumen publik, berita, dan sumber-sumber terbuka lainnya.
Tujuan dari OSINT adalah untuk mengumpulkan informasi yang relevan dan berguna untuk mendukung pengambilan keputusan atau analisis keamanan,” jelasnya. Sedangkan Henry Ch Bangun mengingatkan jurnalis pemilu agar tetap memegang teguh UU 40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalis dalam meliput Pemilu 2024.
Dia mencatat beberapa kerawanan dalam peliputan pemilu, seperti tidak independennya pewarta maupun perusahaan persnya karena rentan berpihak kepada salah satu calon. “Misal saya contohkan di sini soal independen.
Itu biasanya mulai dari perencanaan, yang diatur dewan pers itu independen sejak perencanaan,” ucapnya. “Enggak boleh menonjolkan yang satu, meniadakan yang satu dalam pemberitaan. Ini harus dipikirkan medianya untuk melakukan perencanaan peliputan,” Henry menambahkan.
Mewakili peserta FGD 40 jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Pewarta Pemilu (KPP), Ketua KPP, Ahmad Satryo Yudhantoko menegaskan, pelaksanaan FGD yang digagas KPU RI memiliki satu tujuan, yaitu, meningkatkan kemampuan menulis dan meliput wartawan dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2024. “Melalui ide jurnalis dan melalui karya Jurnalis pelaksanaan Pemilu 2024 itu ditentukan, apakah akan berjalan dengan baik, jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia.
Tantangan terbesar dari teman-teman media sejauh ini masih sama, yaitu bagaimana mencari informasi yang akurat dan benar di tengah kepungan disinformasi dan hoaks di media sosial,” kata Satryo. Satrio menyampaikan apresiasinya kepada KPU RI dan PWI Pusat yang mendukung pengembangan kemampuan pewarta yang meliput pelaksanaan Pemilu 2024 yang tergabung dalam KPP.
“Sehingga, FGD ini merupakan bagian dari upaya KPP mewujudkan insan pers yang berintegritas, dan pada akhirnya berkontribusi menciptakan Pemilu 2024 yang berkualitas.
Terima kasih atas dukungan KPU RI maupun PWI Pusat beserta stakeholder lainnya, yang terus mendukung upaya pengembangan kualitas pewarta pemilu, dan diharapkan bisa terus bersinergi untuk ke depannya,” pungkasnya. (*)










