Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Didik Catur, memastikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk kelancaran arus mudik, termasuk sosialisasi kepada angkutan barang dan pengecekan fasilitas lalu lintas.
“Kita sudah lakukan sosialisasi. Awalnya, sudah kita lakukan sosialisasi khususnya kepada angkutan barang juga. Jadi angkutan barang sudah sosialisasikan juga apa namanya, kesiapan traffic light, kesiapan RPPJ kita, lalu juga kesiapan PJU-PJU kita di Kota Kediri,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Perhubungan juga menggelar Ram Chek di Terminal Tamanan, dengan sasaran bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Sopir diperiksa kesehatannya, termasuk tekanan darah, tes urine narkoba, kolesterol, asam urat, serta gangguan kesehatan lainnya.
“Hasil ramcek sementara kok belum ada indikasi yang tadi ramceknya kan, cek kesehatan juga ya, lalu juga cek napza. Yang setau saya tadi napza juga belum ada laporan di belakang,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di tujuh titik rawan, seperti Mrican, Simpang Ampel, dan Alun-Alun Kediri. “Kita sudah bersama-sama kasat lantas, bersama-sama lantas ini berkolaborasi agar supaya orang mudik lewat Kediri itu nyaman dan lancar,” pungkasnya.(sinyo)










