Sumaji sebenarnya sudah lama mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum di desa tersebut. Untuk itu, ia berharap agar persoalan PJU ini benar-benar diperhatikan oleh desa, maupun Pemkab Jombang.
“Terkadang saya kalau pulang malam dari rumah saudara pasti melintas Desa Kampung Baru, karena rutenya lebih cepat untuk pulang ke Jatikalen. Saya pun terkadang merasa takut, karena jalannya sangat gelap dan sepi,”ucap Sumaji.
Hal senada juga disampaikan Aresanti, warga Desa Tondowulan. Ia mengaku, sudah bertahun tahun selalu dihantui rasa ketakutan, jika melintasi jalan ini pada malam hari setelah pulang dari kerja di Bandarkedungmulyo.
“Kalau pulang kerja malam, aslinya sih saya takut jika lewat jalan Kampung Baru. Meskipun jalannya gelap, mau gimana lagi yah harus dilewati. Apalagi kalau saya pulang khan harus nambang biar cepet nyampek rumah. Secara otomatis, yah harus melewati jalan Kampung Baru mas,”ungkapnya.
Dalam hal ini, warga Desa Kampung Baru pun berharap, agar pemerintah daerah segera menyediakan penerangan jalan umum (PJU) untuk menekan angka kriminalitas, terutama begal pada waktu malam hari.
“Saya mewakili warga Desa Kampung Baru berharap, agar pemerintah daerah dapat mendengarkan keluhan kami yang jauh dari Kota Jombang, untuk menyediakan sarana PJU disepanjang jalan Desa Kampung Baru,”harap Risky. (Divisi Humas SJN)










