“Penambahan tenaga perawat dan dokternya kita tambahi, termasuk obat obatan. Karena pasien yang datang disitu kan gak mungkin bawa rujukan karena memang faskes 1 tutup (BPJS) . Maka dari itu kita berikan obat sebisa mungkin dengan mengacu pada obat yang diterima. Misalnya kalau IGD tidak pernah memberikan obat hipertensi maka itu disediakan, ” paparnya.
Di samping itu pihak RSUD telah mengatur jadwal bagi pasien yang kontrol bertepatan pada hari libur sudah disesuaikan waktunya dan obatnya.
” Misal pasien yang jadwalnya dimundurkan obatnya sudah ditambahi sebelum libur. Sedangkan pasien yang memang kontrolnya dimajukan itu memang obatnya sudah disesuaikan, ” tukas Dr Aditiya Bagus Djatmiko.(sinyo)










