“Apakah ini wajah Pers bangsa yang merdeka? Apkah ini penghargaan untuk kita yang menjaga demokrasi? Apakah ini makna kemerdekaan pers yang kita perjuangkan?” Pernyataannya cukup emosional,”ujarnya.
Ketua DPC SJN berpesan, bahwa wartawan bukanlah mesin dan juga bukan hanya sebatas konten kreator untuk kepentingan algoritma. Namun Wartawan dan Jurnalis bekerja dengan hati, pikiran, serta risiko.
Berikut isi pesan dari Serikat Jurnalis Nusantara (SJN):
1. Stop kekerasan terhadap jurnalis
2. Stop sistem kontrak yang menindas
3. Stop intimidasi dari pemilik media dan aparat
4. Wujudkan upah layak dan jaminan kerja bagi semua pekerja media
Sementara itu, Sekretaris DPC SJN Jombang, Dedy Fauriza Rosyadi menambahkan, bahwa pekerja media sekarang ini merupakan semangat perlawanan rakyat untuk para kolonial.
“Kita bertanggung jawab untuk menjaga suara rakyat, sekaligus menjaga martabat kita sendiri sebagai pekerja yang mempunyai hak, harga diri, dan juga harapan,”terangnya.
Dedy menyebut, tanpa pekerja media yang merdeka dan sejahtera, maka demokrasi akan pincang.
“Tanpa kebebasan pers yang berpihak pada rakyat, kebenaran pasti akan dibungkam.
• Maka mari kita bersatu
• Suara buruh suara rakyat
• Suara media bagian dari kekuatan perlawanan rakyat,”pungkasnya.
*(Divisi Humas SJN Jombang)*










