Program SABDOPALON tidak hanya berfokus pada pelayanan, tapi juga mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan.
Tentunya, perangkat desa telah mendapat pelatihan khusus untuk mengelola sistem, dan memastikan masyarakat mendapatkan respon yang cepat dan tepat.
“Kami ingin desa tak tertinggal lagi di era digitalisasi. Dengan adanya program SABDOPALON, maka warga tak perlu lagi mengantri panjang hanya untuk urusan administrasi. Semuanya bisa diselesaikan dari rumah,”tambah Sholahuddin.

Tak hanya di Desa Kalikejambon, hingga kini sebanyak 302 desa dan 4 kelurahan di Jombang telah mulai mengimplementasikan program serupa, sehingga menjadikan Jombang sebagai salah satu kabupaten pelopor desa digital di Jawa Timur.
Dalam hal ini, Bupati Jombang mengapresiasi langkah DPMD dan pemerintah desa dalam menghadirkan inovasi layanan publik tersebut.
Ia berharap, program SABDOPALON bisa menjadi model nasional dalam mempercepat transformasi digital desa.
“Ini bukan sekadar aplikasi, tapi ini adalah simbol pelayanan baru, yang cepat, transparan, dan pro-rakyat,”tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, SABDOPALON diharapkan mendorong lahirnya “smart village” atau desa cerdas yang mampu mengikuti dinamika teknologi, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.***










