Acara dimulai pada Sabtu, 21 Juni 2025, pukul 12.30 WIB dengan pertunjukan seni jaranan di Taman Hutan Kota Pare. Malam harinya, pukul 18.30 hingga 21.30 WIB, dilanjutkan dengan gelar kolaborasi seni dari sanggar Jayanti dan Saraswati, dilengkapi dengan penampilan live music.
Yang membuat peringatan tahun ini lebih istimewa adalah konsep “Napak Tilas Bung Karno” yang mengangkat perjalanan hidup sang proklamator dari masa kecil hingga kemerdekaan, dikemas dalam bentuk seni pertunjukan yang menarik.
Menurut Mustika, pemilihan Pare sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.
“Kampung Inggris Pare saat musim liburan dipadati sekitar 6.000 siswa dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia. Ini kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan sejarah perjuangan Bung Karno kepada generasi muda,” jelasnya.
Dengan mengusung semangat semboyan legendaris Bung Karno, “JASMERAH – Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”, pemerintah berharap kegiatan ini mampu memperkuat karakter kebangsaan, khususnya di kalangan pelajar dan remaja.
Peringatan Bulan Bung Karno di Kabupaten Kediri bukan hanya ajang hiburan, melainkan upaya serius merawat ingatan sejarah sekaligus menyemai jiwa nasionalisme dalam balutan budaya lokal.(Sinyo)










