Sementara itu, Bupati Jombang Abah Warsubi dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga terhadap eksistensi PSHT yang terus berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda.
“Bulan Suro bukan sekadar pergantian kalender. Bagi PSHT, ini adalah momentum spiritual untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan akhlak mulia,”tutur Abah Warsubi.
Dalam suasana penuh kehangatan, Bupati juga mengenang kedekatannya dengan Kangmas Subiyantoro semasa bertugas di Kecamatan Megaluh, saat ia masih menjabat sebagai Kapolsek.
Bupati Jombang juga menekankan, bahwa PSHT telah berdiri bahkan sebelum Indonesia merdeka dan tetap kokoh menjaga falsafah “Memayu Hayuning Bawono”, memperindah kehidupan dunia dengan ilmu dan akhlak.
“Saya ingin warga baru PSHT menjadi mercusuar karakter bangsa di tengah arus tantangan moral. Jadilah generasi unggul, berintegritas, dan cinta tanah air,”tegasnya.
Sementara itu, Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT (LHA PSHT) Cabang Jombang, Dr. Joko Prasetyo, S.Sy., S.H., M.H., menyampaikan tiga pesan penting, diantaranya, pegang teguh ajaran PSHT, jaga nama baik organisasi, dan aktif dalam pembangunan masyarakat dan bangsa.
“Acara ini juga menjadi simbol sinergi antara Pemkab dan Forkopimda Jombang, dalam menciptakan suasana damai serta mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,”katanya.
Sebagai penutup, Bang Jack berharap agar selalu menjaga semangat persaudaraan yang selama ini sudah terjalin, khususnya di Kabupaten Jombang.
“Semoga dengan momentum wisuda atau pengesahan warga baru PSHT di bulan ini, semangat persaudaraan terus terjaga dan dapat menumbuhkan nilai kebaikan bagi PSHT,”pungkasnya.***










