Mediaciber.net.Madiun – Proyek Rehabilitasi Saluran Pembuang Simo di Desa Simo Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun senilai Rp 486.524.536 rupiah yang dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana CV. PUTRA JAYENGSARI disorot LSM setempat. Pasalnya, pembesian untuk dinding cor terkesan acak-acakan dan besi tergenang air selain itu tidak tampaknya pekerja memakai APD..
Saat meninjau di lokasi, SUTRISNO selaku Ketua LSM GARDA WENGKER MADIUN menemukan adanya ketidak seragaman pada jarak pembesian. Kesannya, perakitan dilakukan secara asal-asalan.
” Kami menemukan untuk pekerjaan pembesian, anyaman besi jaraknya tidak sama, ada yang 20cm, 25cm sampai 40cm dan sambungan juga tidak di kaitkan atau tidak di ikat,” katanya, Sabtu (09/08/2025).
“Jarak anyaman besi yang tidak sesuai spek bisa mengakibatkan kwalitas dari cor akan cepat rusak dan juga merupakan suatu kecurangan, dengan jarak anyaman yang lebih jauh akan mengurangi isi dari anyaman besi,” pekerja proyek tanpa pakai K3 terkesan diabaikan selain itu air untuk tumpangan besi cor tidak di keringkan dulu / disedot jelasnya.












