Sakralnya Kirab 1 Suro di Petilasan Sri Aji Joyoboyo, Warisan Budaya Kediri yang Terus Hidup

admin
Img 20260616 Wa0019

Mediaciber.net.Kediri

Suasana khidmat menyelimuti Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, pada Selasa (16/6/2026), saat ratusan peserta mengikuti Kirab Ziarah 1 Suro menuju Petilasan Sri Aji Joyoboyo. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini kembali digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus upaya menjaga warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Kediri.

Sejak pagi, para peserta berkumpul di Balai Desa Menang dengan mengenakan busana adat Jawa. Dalam suasana penuh penghormatan, mereka berjalan tanpa alas kaki menuju kawasan Pamuksan Sri Aji Joyoboyo. Langkah-langkah yang menyusuri jalan desa itu bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol perjalanan spiritual untuk mengenang kebijaksanaan dan jejak sejarah Raja Kediri yang hingga kini masih dihormati masyarakat Jawa.

Prosesi kirab semakin terasa sakral ketika sejumlah pelajar dipercaya membawa pusaka dan perangkat kirab. Kehadiran generasi muda dalam barisan tersebut menjadi simbol estafet budaya, bahwa nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur akan terus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Tradisi budaya tahunan ini dihadiri Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Kediri Murdi Hantoro, S.E., M.M., unsur Forkopimcam Pagu, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, tokoh budaya, serta tamu undangan dari berbagai daerah. Menariknya, sejumlah wisatawan mancanegara turut hadir untuk menyaksikan secara langsung ritual budaya yang sarat makna tersebut.

Sesampainya di kawasan petilasan, para peserta mengikuti rangkaian doa dan ritual adat yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi 1 Suro. Di tempat yang diyakini sebagai lokasi pamuksan Sri Aji Joyoboyo itu, suasana hening dan penuh penghormatan terasa begitu kuat. Doa-doa dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai kebijaksanaan bagi masyarakat Kediri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!