Medoaciber.net.Kediri
Maraknya peredaran dan penjualan minuman keras (miras) yang diduga berlangsung secara terbuka di wilayah Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku resah dengan keberadaan toko dan warung yang diduga menjual berbagai merek minuman beralkohol secara bebas tanpa adanya tindakan tegas dari pihak terkait.
Sorotan warga mengarah pada kawasan Terminal Sambi yang selama ini dikenal sepi aktivitas. Di lokasi tersebut, menurut informasi yang berkembang di masyarakat, terdapat aktivitas penjualan miras yang berlangsung cukup terbuka. Tak hanya itu, sebuah ruko di depan Kantor BRI Sambi juga disebut memajang puluhan merek minuman keras yang dapat dilihat secara jelas oleh masyarakat yang melintas.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait pengawasan dan penegakan aturan terhadap peredaran minuman beralkohol di wilayah tersebut. Hingga saat ini, warga mengaku belum melihat adanya langkah penertiban yang signifikan dari pihak berwenang.
Menanggapi persoalan tersebut, Aktivis Senior Khoirul Anam angkat bicara. Ia menilai kondisi yang terjadi saat ini sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.
Menurut Khoirul Anam, maraknya peredaran miras bukan lagi sekadar persoalan pelanggaran aturan, tetapi telah menjadi ancaman nyata bagi masa depan generasi muda dan ketertiban sosial masyarakat.
“Sambi sedang menghadapi kondisi yang memprihatinkan. Ketika miras dijual secara terang-terangan dan seolah menjadi pemandangan biasa, muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat, apakah aturan masih berlaku atau justru kalah oleh kepentingan tertentu. Jangan sampai masyarakat menilai ada pembiaran terhadap praktik yang berpotensi merusak generasi muda,” tegasnya, Sabtu (14/6/2026).
Ia menegaskan bahwa dampak negatif minuman keras tidak hanya dirasakan oleh konsumennya, tetapi juga dapat memicu berbagai persoalan sosial lainnya, mulai dari perkelahian, tindak kriminalitas, kecelakaan lalu lintas, hingga rusaknya masa depan anak-anak muda akibat pengaruh pergaulan yang tidak sehat.












