Mediaciber.net.Gresik – Dalam ilmu tasawuf, ijazah merujuk pada izin untuk mengamalkan suatu wirid atau amalan tertentu, ini diberikan langsung oleh KH. Abdul Hannan Ma’shum pengasuh PP. Fathul Ulum Kwagean – Kediri, Jawa Timur.
Para tamu undangan yang hadir kebanyakan kiai, ustad, ustadzah serta para tokoh masyarakat yang saat itu bertepatan dengan persemian musholla baru dan pembukaan Politeknik Driyorejo berlokasi di Desa Randegansari – Driyorejo Kabupaten Gresik, (Senin, 18/08/2025)
Tampak para tamu yang hadir undangan dari Ketua Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif (LPMNU) Drs. H Mustaman, MM, diantaranya Pengurus PC LPMNU Gresik, Rois Syuriah (KH. Nuruddin) dan Ketua Tanfidziyah (KH, Imam Ashadi) berta jajaran pengurus MWC NU Driyorejo, Ketua MUI (KH. Khairuddin), Ketua DMI (KH. Muhammad Isa), Sujarto dan Narto keduanya pernah menjabat sebagai Camat Driyorejo, HR. Hendry Ketua Tanfidziyah PRNU, para pengasuh pondok KH. Muhammad Ridwan, KH. Idris, KH. Ali Rohmat, KH. Jaidun, Ust. Rauf, Ust, Sholehuddin, H. Jalil, Sekretaris Camat Driyorejo (H. Sarbini), Para Dosen, Kepala Sekolah serta Guru pengajar LP Ma’arif Driyorejo.
Diketahui pada prosesi ijazah kitab tersebut bahwa yang menguatkan ilmu hikmah itu bisa menjadikan seseorang yang mulia menjadi lebih mulia. KH. Abdul Hannan Ma’shum membacakan faidah-faidah materi utama pada kitab Silahul Mubalighin Juz 2, dimulai dengan tawassul, pembacaan Istighfar 3x, Syahadat lalu sighat Ijazah.












