Para tamu dari luar kota didorong untuk menjelajahi destinasi legendaris, mulai dari Gunung Klotok, Candi Surawana, hingga Goa Selomangleng, serta mencicipi kuliner khas seperti tahu takwa dan getuk pisang.
Dengan dukungan penuh pemerintah kota Kediri, KSF 8 diproyeksikan menjadi ikon event tahunan unggulan, sekaligus bukti bahwa kekuatan komunitas dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
“Mari kita sambut tamu dari luar kota dengan keramahan khas Kediri. Semoga mereka pulang membawa cerita yang ngangeni,” pesannya.
Sementara itu, panitia pelaksana, Anang Kurniawan, memastikan KSF 8 akan menjadi event Vespa terbesar di Indonesia tahun ini.
“Kalau melihat animonya, dari seluruh scooterist yang ada di Indonesia ini, nanti insyaallah lebih dari 50 ribu scooterist yang datang ke kota Kediri,” ujar Anang.
Menurutnya, KSF ke 8 ini bukan sekedar festival otomotif, melainkan juga pesta kebudayaan jalanan yang merekatkan solidaritas antaranggota komunitas.
Selain itu, panitia juga menyiapkan hiburan musik, area foto tematik, hingga zona nostalgia Vespa klasik.
“Terus disandingkan dengan program De Cito, Kediri Ngangenin dan lain-lainnya itu mbak Wali Kota ingin ikut bergabung dengan peserta scooterist yang dari luar kota ini, akan diajak keliling kota dan mengunjungi tempat wisata yang ada di kota Kediri,” ungkap Anang.
Kediri Scooter Festival ke-8 bukan sekedar pertemuan Vespa, tapi pesta rakyat modern yang memadukan budaya, ekonomi, dan semangat persaudaraan.(sinyo)










