“Semoga dengan dikembalikannya akses ini bisa lebih memberikan manfaat kepada masyarakat, memberikan keamanan dan kenyamanan. Namun kami tetap imbau agar selalu berhati-hati,” tandasnya.
Sementara itu, Mahatma, PPK 2.1 Jatim menjelaskan bahwa proyek yang diperkirakan memakan waktu pengerjaan dua bulan itu ternyata bisa diselesaikan satu bulan lebih cepat dari estimasi yang diperkirakan.
“Terkait penanganan utamanya sudah kita selesaikan tinggal pengerjaan pengecatan dan akan kita selesaikan bertahap. Targetnya finishing besok mulai dikerjakan seminggu lagi selesai. Sedangkan marka jalan bersifat sementara karena masih nunggu proses pengaspalan mungkin dua minggu baru dicat secara permanen.” ujarnya.
Sebelum membuka kembali jembatan berusia 30 tahun itu, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan, di antaranya: menyosialisasikan kepada publik, mempersiapan kondisi jalan sebelum dilalui kendaraan umum seperti semula, serta melakukan uji coba kekuatan beton.
Dengan selesainya proyek ini, dirinya berharap pengguna jalan turut berperan dalam hal pemeliharaan, terutama pada kendaraan bermuatan besar seperti truk over dimension over loading (ODOL) agar bisa mengurangi muatan yang diangkut supaya tidak kelebihan dimensi dan muatan.(sinyo)










