Dikatakan, semangat Pencak Dor juga menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum Gus Maksum, tokoh besar pencak silat asal Kediri yang menjadi pelopor kegiatan ini.
“Kami ingin meneruskan semangat beliau menjadikan silat sebagai jalan budaya, bukan konflik. Inilah cara kami menjaga marwah Kediri sebagai kota yang teduh dan berbudaya,” imbuhnya.
Menariknya, Pertandingan tidak dibatasi usia, melainkan disesuaikan dengan kategori berat badan demi menjaga sportivitas.
Salah satu peserta, Imam Muhaimin, Ketua Boxing Camp Wates, Kabupaten Kediri, turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Ini bukan hanya pertarungan teknik, tapi pertemuan hati antarpendekar.
Dari sini kita belajar, silat itu bukan soal menjatuhkan lawan, tapi meninggikan martabat. Saya berharap Pencak Dor terus hidup dan menjadi kebanggaan Kediri,” ungkapnya.(Sinyo)










