Khofifah juga mengingatkan bahwa pembangunan fisik sekolah harus diiringi perubahan pola pikir dan cara kerja insan pendidikan. Kepala sekolah dan guru didorong menjadikan momentum ini sebagai titik tolak penguatan budaya refleksi, inovasi, dan kolaborasi dalam pembelajaran.
Ia menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun. “Yang dirawat bukan hanya gedung, tetapi harapan orang tua, doa guru, dan masa depan anak-anak Jawa Timur,” katanya.
Selain meresmikan revitalisasi sekolah, Khofifah meninjau praktik ketahanan pangan di SMKN 1 Plosoklaten. Keterlibatan siswa dalam pengelolaan peternakan dan budidaya tanaman dinilainya sebagai model pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan kemandirian pangan.
Menutup agenda, Khofifah mengapresiasi Dinas Pendidikan Jawa Timur yang mengusung tema JATIM CERDAS dengan slogan “Pendidikan berdampak mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing” sebagai arah kebijakan pendidikan Jatim 2026.
“Target akhirnya jelas, mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(sinyo )










