Sumur bor tersebut dirancang untuk mengairi sekitar lima hektar lahan pertanian di Dusun Gadungan Barat. Setelah pengeboran selesai, tim akan melakukan uji debit air guna mengetahui kapasitas maksimal yang bisa dimanfaatkan petani.
Menurutnya, pengawasan langsung oleh Dansatgas merupakan bentuk komitmen agar program TMMD tidak sekadar selesai secara fisik, tetapi memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Program ini harus tepat guna. Kita tidak ingin hanya membangun, tetapi memastikan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat. Keterlibatan warga dinilai mampu mempercepat pekerjaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun.
Dengan progres yang terus meningkat dan dukungan berbagai pihak, pembangunan sumur bor ini diharapkan selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Gadungan.(sinyo)












