Hidup dalam Keterbatasan, Program TMMD Hadirkan Harapan Baru bagi Keluarga Sumiin

admin
Img 20260221 Wa0015

“Perasaan saya campur aduk. Kaget, senang, terharu. Saya hanya bisa berterima kasih,” ujarnya dengan mata berkaca.

Komandan Satgas TMMD ke-127, Dhavid Nur Hadiansyah, menegaskan rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan paling mendasar masyarakat.

“Pembangunan harus benar-benar dirasakan warga. Rumah layak itu bukan kemewahan, tapi hak dasar,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI dan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan kesejahteraan desa, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Sementara itu, Kepala Dusun Sumber Bahagia, Sunaryo, menyebut kondisi rumah Sumiin memang sudah mengkhawatirkan dan berisiko terhadap keselamatan penghuninya.

“Kami lakukan pendataan bersama supaya bantuan tepat sasaran. Program ini sangat berarti bagi warga,” katanya.

Kini, setiap kali angin bertiup di Gadungan, tidak lagi terdengar suara siulan dari celah bambu. Yang ada justru ketenangan di dalam rumah yang berdiri lebih kuat.

Bagi Sumiin, tembok baru itu bukan hanya pelindung dari panas dan hujan, tetapi simbol harapan baru bagi masa depan anak-anaknya.

Kisah dari rumah reyot menuju hunian layak ini menjadi bukti: ketika pembangunan tepat sasaran, yang berubah bukan hanya bangunan, tetapi martabat manusia.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!