“Ada kesan dipersulit. Kami menuntut komitmen Perhutani untuk mendukung program Presiden, transparansi kepada publik, serta mendesak Administrator Perhutani untuk mundur jika tidak mampu menjalankan tugas secara profesional,” tegasnya.
Dalam aksi nanti, massa juga membawa sejumlah alat peraga berupa ban bekas, spanduk, hingga telur busuk sebagai simbol kekecewaan terhadap kinerja lembaga kehutanan tersebut.
GERAK menilai, jika persoalan perizinan terus berlarut, maka bukan hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga berpotensi menghambat agenda pembangunan nasional di daerah.
Situasi diperkirakan akan mendapat pengamanan dari aparat kepolisian guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban selama jalannya demonstrasi.(sinyo)












