Menurut massa, lambannya izin dinilai bertolak belakang dengan agenda percepatan pembangunan ekonomi desa yang digaungkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Mereka mendesak adanya keputusan konkret dan batas waktu jelas agar proyek gerai KDMP di Kediri dapat segera terealisasi.

Selain orasi, demonstran juga membakar ban bekas serta melakukan aksi simbolik dengan membentangkan tuntutan di depan pintu kantor sambil meminta pimpinan Perhutani turun langsung menemui massa. Namun hingga aksi berlangsung, belum ada kepastian solusi yang disampaikan kepada perwakilan demonstran.
Massa menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut. Jika izin tidak kunjung diterbitkan, mereka mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar dan tekanan yang lebih kuat.(sinyo)












