Beberapa siswa tampak antusias mendengar kisah penugasan prajurit. Sebagian lain berani menyuarakan cita-citanya.
Wahyu Putra, siswa kelas 1 MI, dengan wajah polos dan mata berbinar, mengaku bangga bisa berbincang langsung dengan tentara.
“Senang, bisa cerita sama tentara. Aku mau jadi tentara juga, seperti kakak-kakak ini,” katanya mantap.
Ucapan polos itu disambut senyum para prajurit. Bagi Satgas TMMD, kalimat sederhana tersebut menjadi pengingat: tugas mereka bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau fasilitas umum, tetapi juga menyalakan mimpi.
Di Desa Gadungan, TMMD ke-127 membuktikan pembangunan tak melulu soal beton dan aspal. Ada yang lebih penting—membangun kepercayaan, menumbuhkan inspirasi, dan merawat harapan.
Karena di balik loreng yang tegas, ada sentuhan hangat yang mengayomi.(sinyo)










