“Stabilitas daerah hanya dapat terwujud apabila situasi kamtibmas terjaga. Kami berharap kegiatan ini melahirkan gagasan inovatif dalam pelayanan masyarakat, baik melalui pendekatan preventif maupun penegakan hukum,” tuturnya.
Diskusi panel menghadirkan sejumlah narasumber strategis. Kepala Bulog Cabang Surabaya, Yudith Karamy, memaparkan data dominasi Gresik dalam sektor pertanian regional.
“Lahan tanam dan panen terbesar berada di Kabupaten Gresik, mencapai sekitar 80 persen dibandingkan Surabaya dan Sidoarjo. Saat ini stok operasional kami dalam kondisi aman, termasuk 115 juta kilogram beras yang siap mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gresik, Ir. Indriya Purwaningsih, M.T., menyampaikan sosialisasi terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar setiap sepuluh tahun sekali. Sensus ini akan memetakan struktur ekonomi nasional, termasuk perkembangan ekonomi digital dan ekonomi hijau (green economy), sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan ke depan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata, sesi foto bersama, serta diskusi pengamatan OHA (Objek Hasil Amatan) oleh para peserta didik.
Melalui Management Course ini, diharapkan para calon pimpinan Polri masa depan memiliki kapasitas strategis yang kuat dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan dan penguatan ekonomi daerah.(aji)












