“TMMD bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat. Generasi muda harus dibekali semangat nasionalisme dan kedisiplinan sejak dini. Ini investasi jangka panjang bagi bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan di wilayah sasaran TMMD menjadi langkah strategis agar pembangunan desa berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Kepala MI Al-Munir, Triono SE, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Satgas TMMD di sekolahnya. Ia menilai, interaksi langsung dengan prajurit TNI memberi pengalaman berbeda bagi siswa.
“Anak-anak mendapatkan tambahan wawasan tentang nasionalisme dan cinta tanah air yang sangat penting bagi pembentukan karakter mereka. Kehadiran TNI memberi motivasi tersendiri,” katanya.
Kegiatan ini menegaskan bahwa TMMD bukan hanya tentang membangun desa secara fisik, tetapi juga membangun mental dan semangat kebangsaan generasi penerus. Dari ruang kelas sederhana di pelosok desa, benih nasionalisme terus ditanam untuk Indonesia yang lebih kuat di masa depan.(sinyo)












