Para jurnalis yang hadir juga sepakat bahwa budaya jurnalistik bukan hanya soal tata krama dalam bertanya atau menulis, melainkan juga sikap independen, keberimbangan pemberitaan, serta keberanian menjaga jarak dari konflik kepentingan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan spirit Ramadan yang mengajarkan kejujuran dan tanggung jawab.
Saresehan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebebasan pers adalah amanat konstitusi yang harus dijaga bersama. Kebebasan tersebut bukan tanpa batas, melainkan dibingkai oleh tanggung jawab moral dan hukum.
Menjelang waktu magrib, suasana kian khidmat. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama seluruh peserta. Hidangan sederhana yang tersaji menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas profesi.
Melalui HPN 2026 yang bertepatan dengan Ramadan ini, IWK berharap semangat kebersamaan dan introspeksi diri semakin memperkokoh pers yang sehat, kritis, dan berbudaya demi masyarakat yang cerdas serta demokrasi yang semakin matang.(sinyo)










