Senada, Qowimuddin Thoha menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan agar program kesejahteraan sosial berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dalam rangkaian kegiatan “Sapa Bansos”, Pemkab Kediri juga menyambut penyaluran bantuan sosial dari Pemprov Jatim dengan total nilai mencapai Rp15 miliar. Program ini menjadi bagian dari strategi terpadu dalam menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.
Mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Wakil Bupati Dewi Maria Ulfa menyebut kehadiran Gubernur menjadi suntikan semangat bagi masyarakat Kabupaten Kediri.
“Ini bukti nyata sinergi antarlevel pemerintahan dalam memperkuat perlindungan sosial, terlebih di bulan suci Ramadan menjelang Idul Fitri,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen daerah, Pemkab Kediri melalui Dinas Sosial membuka layanan reaktivasi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Dari 47.639 jiwa yang sempat nonaktif, hingga Februari 2026 sebanyak 2.253 jiwa telah kembali teraktivasi.
Tak hanya bansos, pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Plosokidul juga terus dikebut dengan progres mencapai 10,89 persen. Proyek ini ditargetkan rampung tepat waktu guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Sementara itu, Khofifah menegaskan bahwa sinergi pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota menjadi kunci dalam menurunkan angka kemiskinan sekaligus mendorong penguatan ekonomi berbasis UMKM.
Ramadan tahun ini pun menjadi saksi bahwa kepedulian tidak sekadar wacana. Di Kediri, perhatian negara hadir secara nyata menyapa, membantu, dan menguatkan mereka yang paling membutuhkan.(sinyo)












