Imam juga menyampaikan pesan dari Wali Kota Kediri agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara bijak dan tepat sasaran, demi meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, menurutnya, harus terus diperkuat agar kebijakan yang lahir benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Di sisi lain, rasa haru dan syukur datang dari para penerima manfaat. Eko, warga Kelurahan Bujel, mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari. Anak-anak juga dapat perlengkapan sekolah. Di bulan Ramadan ini kami bisa berpuasa dengan lebih tenang. Semoga bantuan seperti ini terus hadir untuk warga yang membutuhkan,” ungkapnya.
Program ATENSi bukan sekadar angka Rp516 juta dan data statistik penerima. Di balik itu, ada harapan yang kembali tumbuh, ada beban yang sedikit terangkat, dan ada senyum yang kembali merekah.
Di bulan penuh keberkahan ini, bantuan ATENSi menjadi pesan kuat: negara tidak abai. Negara hadir, menguatkan, dan memberi harapan bagi masyarakat Kota Kediri untuk bangkit, mandiri, dan menatap masa depan dengan lebih optimistis.(sinyo)












