Ramadan, menurutnya, selalu menjadi momentum strategis pertumbuhan ekonomi. Banyak usaha lahir dan berkembang dari denyut aktivitas bulan suci.
“Ini bukan sekadar bazar, tetapi penguatan fondasi ekonomi daerah berbasis UMKM. Saat UMKM kuat, ekonomi Kediri juga kokoh,” ungkapnya.

Dengan sekitar 20 paguyuban UMKM yang aktif menggerakkan ekonomi kerakyatan, semangat “Ramadan Berbudaya, Menguatkan Ekonomi dan UMKM” menjadi energi kolektif kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Di usia ke-1222, Kabupaten Kediri tak hanya merayakan sejarah panjangnya, tetapi juga menegaskan langkah besarnya: UMKM bangkit, ekspor melesat, dari Kediri untuk pasar dunia.(sinyo)












