“Pada dasarnya semua pihak memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan dialog terbuka, akhirnya ditemukan titik temu sehingga pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dapat dilanjutkan,” ujar Imam Muhaimin.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Sugihwaras, Dwi Mariana, menjelaskan bahwa polemik yang sempat muncul lebih disebabkan oleh kurangnya komunikasi di tahap awal.
“Memang sempat terjadi miskomunikasi sehingga warga mempertanyakan kegiatan pemasangan patok. Namun setelah dijelaskan bersama, alhamdulillah semuanya dapat diselesaikan dengan baik dan pembangunan Koperasi Merah Putih Sugihwaras bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Setelah tercapai kesepahaman antara warga dan pihak terkait, proses pemasangan patok kini kembali dilanjutkan. Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa serta membuka peluang pemberdayaan masyarakat di Desa Sugihwaras.(sinyo)












